WARU, SIDOARJO – Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Idarah Ghusniyyah Kecamatan Waru kembali menggelar kegiatan Istighotsah dan Kajian Tasawuf yang menjadi agenda rutin pembinaan spiritual jamaah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026 M bertepatan dengan 14 Safar 1448 H, bertempat di Balai Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.
Acara diawali dengan istighotsah dan pembacaan dzikir bersama yang diikuti oleh para jamaah thariqah, pengurus JATMAN, serta masyarakat sekitar. Selanjutnya, Mudir Idarah Ghusniyyah Kecamatan Waru, KH. Maslihan Alwi, menyampaikan sambutan sekaligus penjelasan mengenai JATMAN, mulai dari pengertian, tujuan, hingga sejarah berdirinya organisasi yang menjadi wadah para pengamal thariqah mu'tabarah di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai pemateri utama KH. Nurkholis Misbah, Rois Idarah Syu'biyyah JATMAN Sidoarjo. Dalam mauidhah hasanahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk menata niat dan menjadikan setiap aktivitas khidmah di JATMAN sebagai bagian dari ibadah dan wiridan kepada Allah SWT.
"Menjalankan tugas-tugas di JATMAN hendaknya dijadikan sebagai wiridan," pesan beliau kepada para jamaah. Menurutnya, pengabdian yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan bernilai ibadah dan menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain itu, beliau juga menganjurkan jamaah untuk memperbanyak sedekah sebagai salah satu amalan yang memiliki banyak keutamaan dan menjadi sebab datangnya keberkahan dalam kehidupan. Sedekah tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga menjadi sarana membersihkan hati dan memperkuat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
Dalam kajian tersebut, KH. Nurkholis Misbah turut menjelaskan hadis qudsi mengenai para malaikat yang berkeliling mencari majelis-majelis dzikir. Beliau menegaskan bahwa kehadiran seseorang di majelis dzikir merupakan karunia besar yang patut disyukuri karena menjadi bagian dari golongan yang disebut dan dimuliakan Allah SWT di hadapan para malaikat-Nya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga. Salah satu bentuk akhlak yang baik adalah berusaha membahagiakan pasangan. "Menyenangkan istri juga menyenangkan Allah," ungkap beliau, seraya menekankan bahwa kehidupan spiritual yang baik harus tercermin dalam sikap dan perilaku kepada keluarga.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme dari para peserta. Melalui istighotsah dan kajian tasawuf ini, diharapkan jamaah semakin memahami nilai-nilai tasawuf, memperkuat semangat berdzikir, meningkatkan kepedulian sosial melalui sedekah, serta istiqamah dalam berkhidmah di lingkungan JATMAN dan Nahdlatul Ulama.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, dan keteguhan hati dalam menjalankan syariat, thariqah, serta khidmah kepada agama, bangsa, dan masyarakat.















